Headline

About LeetPress

Artikel - GALAKSI

Written By Unknown on Selasa, 07 Februari 2017 | 18.42


A. Pengertian Galaksi


Galaksi adalah sebuah system yang sangat besar, terdiri dari bintang-bintang dan materi antar bintang. Biasanya berisi beberapa triliun bintang, dengan massa antara beberapa juta bintang hingga beberapa kali dari matahari kita. Dengan luas beberapa ribu hingga 100.000 tahun cahaya. Galaksi memilki beberapa macam bentuk, yakni bentuk spiral, elips, dan juga tak beraturan. Galaksi itu tidak terdistribusi secara merata di ruang angkasa. Beberapa tidak memiliki tetangga dekat, namun ada juga yang berpasangan, dengan masing-masing mengorbit satu sama lain. Tapi kebanyakan dari mereka ditemukan dalam yang dinamakan cluster, kumpulan dari beberapa cluster adalah supercluster.
Pada skala yang besar galaksi itu diatur dalam jaringan yang besar. Jaringan yang saling berhubungan terdiri dari staring atau filament galaksi relative kosong, daerah ini disebut dengan Void. Salah satu yang terbesar yang pernah memetakan struktur jaringan adalah jaringan yang dikenal dengan sebagai tembok besar. Lantas dimanakah letak matahari kita? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota Bima Sakti. Bintang bintang anggota Bima Sakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga bintang: Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar. Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini, yang mengisi setiap sudut langit sampai batas yang bisa dicapai oleh telekop yang paling besar. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar mungkin sampai kira-kira satu milyar buah galaksi. Maka tidak salah jika kita mengira bahwa jika kita mempunyai teleskop yang lebih besar, kita akan dapat melihat jauh lebih banyak lagi.
Sebelum kita memiliki metode pengukuran jarak yang cukup baik, para astronom mengira Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam semesta. Bercak-bercak cahaya yang tampak di langit pada mulanya diklasifikasikan sebagai nebula (= kabut), yang juga adalah anggota Bima Sakti.
Pada waktu itu, dikenal ada dua macam nebula, yaitu nebula gas dan nebula spiral. Adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale, dua orang astronom yang amat berjasa membangun pengertian kita tentang galaksi. Shapley inilah yang mengembangkan metode untuk mengukur jarak yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti. Sedangkan Hale amat besar perannya dalam pengembangan teleskop-teleskop besar, yang digunakan untuk pengamatan bintang-bintang dan nebula. Atas jasa mereka sekarang kita tahu bahwa yang semula disebut nebula spiral itu adalah galaksi yang juga seperti Bima Sakti, terdiri dari ratusan juta sampai milyaran bintang, dan berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti. Dan melalui jalan yang telah mereka rintis, kita menyadari bahwa Bima Sakti hanyalah satu dari begitu banyak galaksi-galaksi yang bertebaran di alam semesta yang maha luas ini.


Gambar 
Alpha Centauri, bintang paling terang di Rasi Centaurus, terletak di lLangit Selatan 

Sejarah Penelitian Galaksi

Pada tahun 1610, Galileo galilei menggunakan teleskop untuk mengkaji jalur terang di langit yang dikenal sebagai Milky way dan mendapati bahwa ia terdiri dari bintang-bintang malam yang banyak. Kemudian pada tahun 1755, Imanuel Kant, menggunakan hasil kerja oleh asrronomi Thomas Wright, menjangkau secara benar bahwa galaksi terdiri dari sejumlah buntang besar yang berputar, dikekalkan oleh gaya tarik galaksi yang disebut dengan gaya gravitasi. Kant mengatakan bahwa Nebula merupakan galaksi yang terasing yang pernah ditemukan. Pada akhir abad ke 18, Charles Messier mengumpulkan catalog mengandungi 109 nebula paling jelas, kemudian diikuti catalog 5000 nebula yang di himpun oleh William Harchel. Pada tahun 1845, Lord rose membina teleskop baru dan mampu membedakan antara nebula elliptical dan nebula spiral. Bagimanapun nebula tidak diterima sebagai galaksi yang terasing, perkara ini diselesaikan oleh Edwin Hubble pada awal 1920-an dengan menggunakan teleskop baru. Dia Berjaya menyelesaikan bagian luar setengan spiral. Hubble menggunakan sebuah teori yang masih dipergunakan hingga saat ini, teori tersebut dinamakan teori Hubble.
Percobaan pertama yang dilakukan oleh Hubble adalah menjelaskan bima sakti dan kedudukan di dalamnya oleh William Harchel pada tahun 1785 dengan mengira denga cermat jumlah bintang pada kedudukan berlainan langit. Menggunakan pendekatan yang lebih baik.

B.  Proses Terbentuknya Galaksi 
Untuk pertama kalinya rahasiapembentukan galaksi mulai dari awal meledaknya bintang tua hingga proses evolusinya selama berjuta-juta tahun dan hingga akhirnya berbentuk seperti sekarang ini yang berhasil terpecahaka. Bahkan secara tiga dimensi galaksi itu terbentuk berhasil dipetakan. Teori lain mengatakan bahwa terbentuknya galaksi iru menggunakan model “hierarch cal formation,” yaitu proses selangkah demi selangkah dimana galaksi yang kecil bergabung dengan galaksi yang besar. Seseorang dapat berpikir tentang cara ini yaitu dengan membayangkan aliran air yang bergabung dan membentung aliran sungai. Model teorikal ini meramalkan bahwa galaksi raksasa tumbuh lewat banyaknya penggabungan selama masa hidupnya. Namun bagaimana nanti ketika pertumbuhannya berhenti? Kapan suatu galaksi yang paling besar mendapatkan massa yang terbanyak?Untuk menjawab pertanyaan ini para anstronom mempelajari galaksi raksasa di dalam gugusan sama dengan kota kosmologikal yang memenuhi galaksi, meski galaksi paling terang dalam gugusan yang tumbuh kokoh dalam miliaran tahun terakhir tetap diperdebatkan, pengamatan kami menunjukkan hal itu terjadi saat galaksi itu meningkatkan massanya jadi 50% lebih besar, tutur  kepala Kimvy tran dari University Of Zurich Swiss. Para Anstronom memakai suatu sekumpulan instrument besar dari teleskop dan alat-alat, termasuk ESO Very Large Telescope (VLT) dan Hubble Space Telescope, untuk mempelajari dalam detail yang luar biasa terhadap galaksi yang terletak 4 milliar tahun cahaya itu. Galaksi ini terletak didalam suatu system yang luar biasa, yaitu gabungan dari 4 kelompok galaksi yang menjadi satu gugusan. Secara terpisah, tim juga mengambil foto dengan VIMOS dan spektrumnya dengan FORS2, kedua instrumen itu melekat pada VLT. Dari pengamatan ini dan pengamatan lainnya, para astronom dapat mengidentifikasikan total 198 galaksi yang merupakan milik keempat kelompok ini. Galaksi yang paling terang di setiap kelompok berisi antara 100 hingga 1000 milliar bintang, suatu jumlah yang dapat dibandingkan dengan kebanyakan galaksi raksasa lain di dalam gugusan. Yang merupakan kejutan adalah di dalam 3 dari 4 kelompok ini, galaksi yang paling terang ini juga memiliki pasangan terang yang lain. Pasangan galaksi ini adalah sistem gabungan, tutur Tran. Galaksi terterang pada setiap kelompok ini bisa disusun dalam suatu urutan yang akan menunjukkan bagaimana galaksi yang terang terus tumbuh pada sekitar 5 milliar tahun yang lalu. Kelihatannya selama periode kanibalisme galaksi baru-baru ini, galaksi paling terang ini menjadi  sedikitnya 50% lebih besar.  Penemuan ini menyediakan pengesahan yang kuat dan unik dari hierarchical formation sebagaimana yang ditunjukkan baik pada kedua pembentukan galaksi dan gugusan. Bintang pada galaksi ini sudah tua sehingga kita harus memutuskan bahwa penggabungan baru-baru ini tidak akan menciptakan bintang generasi baru, tutur Tran. Kebanyakan bintang dalam galaksi ini lahir setidaknya 7 milliar tahun lalu. Tim ini terdiri oleh KimVy H. Tran (Institut Fisika Teoritik Universitas Zurih, Swiss), John Moustakas (Universitas New York, AS), Anthony H. Gonzales dan Stefan J. Kautsch (Universitas Florida, Gainesville, AS), dan Lei Bai dan Dennis Zaritsky (Obsevatorium Steward, Universitas Arizona, AS). Hasil penelitian yang dipresentasikan disini, telah dipublikasikan di dalam Astrophysical Journal Letters: The Late Stellar Assembly Of Massive Cluster Galaxies Via Major Merging, oleh Tran et al. (The Epoch Times/den)

C. Bentuk-bentuk Galaksi

1. Galaksi Spiral
Galaksi spiral adalah galaksi yang berbentuk piringan dan mempunyai struktur lengan yang spiral. Galaksi spiral mempunyai 3 bagian utama yaitu bulge, halo dan piringan.
  • Bulge adalah daerah di bagian galaksi yang kepadatan bintangnya paling tinggi. Di daerah ini bintang tua akan lebih mudah untuk ditemukan daripada bintang yang muda, hal ini disebabkan pada daerah ini hanya sedikit dijumpai materi pembentik bintang. Bulge ini berbentuk ellipsoid seperti bola rugby. Bintang-bintang didalamnya bergerak denga kecepatan tingkat orbitnya secara acak, tidak sebidang dengan bidang galaksi. Dari perhitungan kecepatan orbit bintang-bintang didalamnya, didapat kesimpulan bahwa terdapat sebuah benda bermassa yang sangat besar yang berada di pusat galaksi semuanya adalah galaksi spiral. Termasuk galaksi Andromeda.
  •  Halo, halo berbentuk bola, ukuran komponen ini sangat besar hingga membentang melingkupi bulge dan piringan, bahkan lebih jauh daripada batas terluar piringan galaksi yang isa kita amati. Objek yang menjadi penyusun halo dibagi menjadi 2 kelompok: (a). Steller yaitu bintang-bintang yang berada di bagian halo.(b). Dark halo yaitu kelompk bintang-bintang tuayang jumlah anggotanya mencapai jutaan buah.
  • Piringan adalah daerah yang berada di galaksi yang terdapat bintang-bintang muda serta debu antar bintang yang terletak di lengan spiral. Banyak ditemukannya bintang muda dan gas antar bintang yang berkaitan dengan erat, karena gas adalah materi utama pembentuk bintang. Di bebrapa lokasi bahkan ditemukan bintang-bintang muda yang masih diselimuti oleh gas, yang menandakan bahwa bintang-bintang tersebut terbentuk. 
Ciri-ciri galaksi spiral:
  • Mempunyai inti (pusat) yang berbentuk roda atau batang.
  • Mempunyai selubung bulat yang membungkus pusat yang terdiri dari bintang dan gugus bintang.
  • Mempunyai lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah khatulistiwa.


Gambar Galaksi yang Berbentuk Spiral

2. Galaksi Elips
Sesuai dengan namanya, penampakan galaksi ini seperti elips. Tapi bentuk yang sebenarnya tidak kita ketahui dengan pasti, karena kita tahu apakah arah pandang kita dari depan, samping atau dari atas dari galaksi tersebut. Yang termasuk tipe galaksi ini adalah mulai dari galaksi yang berbentuk bundar sampai bentuk galaksi yang berebentuk bola pepat. Struktur galaksi tipe ini terlihat jelas. Galaksi elips sangat sedikit mengandung materi antar bintang. Contoh dari galaksi ini adalah M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat di rasi virgo.


3. Galaksi yang Tidak Beraturan

Adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak memiliki bentuk yang khusus, tidak seperti tipe galaksi yang lainnya. Anggota dari galaksi terdiri dari bintang-bintang tua dan muda. Contoh dari galaksi tipe ini adalah awan Magellan besar dan juga Awan megellan kecul, dua buah galaksi tetangga terdekat bima sakti, yang hanya jarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari bima sakti. Galaksi tak beraturan ini banyak mengandung materi antar bintang yang terdiri dari gas-gas debu.


Gambar Galaksi Tidak Beraturan

4. Galaksi Bima Sakti
Galaksi bima sakti merupakan galaksi kita, galaksi bima sakti ini berbentuk spiral dan berebentuk seperti cakram, garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahay (30.600pc). Diperkirakan galaksi berumur 12-14 biliun tahun dan terdiri dari 100 biliun bintang.
Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000km/s, dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta kilometer. Jadi satu tahun cahaya adalah 9,5 juta km. ini berarti garis tengah galaksi kita sekitar 100.000 x 9,5 juta km, atau 950 ribu juta km. Untuk memudahkan perhitungan, maka dipergunakan satuan jarak yaitu tahun cahaya. Denag satuan ini, tebal bagian galaksi kita sekitar 10.000 tahun cahaya. Lalu bagaimana dengan letak matahari? Matahari terletak sekitar 30.000 triliun dari pusat bima sakti . Matahari bukanlah bintang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota bima sakti. Bintang bintang anggotra bima sakti ini tersebar dengan jarak dari satu  bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahsi adalah Proxima Centauri, yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin kearah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi kearah pusat semakin besar.
Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 miliar bintang dan mungkin hingga 400 miliar bintang. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) - sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran tidak lebih dari 1 mm.
Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi ini dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.
Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran Bima Saki adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti tetangga galaksi terdekat, galaksi Andromeda. Dengan menggunakan VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran sebelumnya. Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa Bima Sakti adalah sekitar 3 trillion bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.


Gambar Galaksi Bima Sakti

5. Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda dengan nama lain Messier 31M31, atau NGC 224 galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, Oktober, November. Dengan mata telanjang, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang bintang redup di tepian galaksi Andromeda, ternyata ukuran Andromeda bisa lebih dari 7 kali diamter sudut bulan. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang, dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik

Galaksi Andromeda adalah galaksi yang berbentuk spiral. Jarak yang merentang antar bima sakti dan juga Andromeda itu tergolon dekat dalam pandangan anstronomi, sebab masih banyak karak antar galaksi yang jaraknya lebih fantastis.

Gambar Galaksi Andromeda

6. Galaksi Bertumbukan
Penyebab adanya tumbukan antar galaksi yaitu adanya gaya gravitasi yang terdapat pada daerah galaksi.  Gaya gravitasi ini menyebabkan galaksi-galaksi yang ada itu mengalami pergerakan, hingga akhirnya antar galaksi yang sama-sama mengalami gerak gravitasi ini mendekat dan akhirnya mengalami tumbukan galaksi. Lalu apa yang terjadi jika antar galaksi itu mengalami tumbukan?apakah akan terjadi kiamat? Menurut penelitian anstronomi jiak galaksi itu bertumbukan tidak terjadi kiamat, sebab dalam galaksi itu jarak antar bintang-bintang itu sangat jauh satu sama lain. Sehingga jika terjadi tumbukan kemungkinan kecil akan terjadi tabrakan bintang yang berada dalam galaksi tersebut, selain itu dalam galaksi mempunyai runag hampa yang sangat banyak sekali. Sehingga dengan alaasn bahwa jarak antar bintang yang satu dengan yang lainnya yang sangat jauh dan adanya ruang hampa yang sangat banyak dalam galaksi, memungkinkan jika galaksi mengalami tabrakan tidak terjadi kiamat.

Gambar Galaksi Bertumbukan


7. Gugus Galaksi



Gambar Gugus Galaksi

Seperti halnya bintang-bintang berkelompok dalam galaksi, galaksi-galaksi juga berkelompok membentuk gugus-gugus galaksi. Bima Sakti dan Andromeda beserta sekitar 25 galaksi sekitarnya (termasuk Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil) membentuk sebuah gugus galaksi yang kita namakan Rumpun Lokal. Gugus galaksi pun bukannya hanya satu. Ada beribu-ribu gugus galaksi lain selain Rumpun Lokal. Misalnya saja Gugus Virgo yang beranggotakan sekitar 2.500 buah galaksi. Gugus-gugus galaksi yang saling berdekatan membentuk kelompok yang lebih besar lagi yang kita sebut superkluster. Rumpun Lokal (gugus galaksi tempat Bima Sakti berada) bersama-sama dengan gugus-gugus galaksi sekitarnya membentuk superkluster yang kita namakan Superkluster Virgo. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Milton Humason dan Edwin Powell Hubble, diperoleh kesimpulan bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi Bumi (yang berarti menjauhi Bima Sakti) dengan kecepatan yang berbanding lurus dengan jarak galaksi tersebut. Semakin jauh sebuah galaksi terhadap pengamat, semakin besar kecepatan menjauhnya. Hal ini teramati dari spektrum galaksi-galaksi tersebut yang mengalami pergeseran merah. Ini adalah pembuktian dari teori kosmologi yang meramalkan bahwa alam semesta mengembang. Dan galaksi-galaksi ini dibawa oleh ruang yang mengembang. Pengembangan alam semesta inilah yang menyebabkan spektrum dari galaksi-galaksi yang berada semakin jauh dari kita semakin besar pergeseran merahnya. Pergeseran merah yang disebabkan oleh ruang yang mengembang ini disebut pergeseran merah kosmis (pergeseran merah ekspansi). Dengan menganalisa spektrum cahaya galaksi, kita bisa mengetahui seberapa cepat sebuah galaksi menjauhi kita dengan melihat seberapa besar pergeseran spektrum galaksi tersebut.


Gambar Pergeseran Spektrum Galaksi

Jika sekarang yang kita amati adalah galaksi-galaksi saling menjauhi, ini berarti pada masa lalu jarak antar galaksi lebih dekat dibanding sekarang. Dan jika waktu kita telusur terus ke belakang, kita akan tiba pada waktu ketika galaksi-galaksi itu saling bersentuhan, saling bertumpuk menjadi satu. Dari sinilah lahirnya teori Dentuman Besar (Big Bang), yaitu teori terbaik yang kita miliki sekarang ini untuk menerangkan awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta bermula dari suatu keadaan terkompresi/terpadatkan dengan kerapatan yang tak terhingga besarnya, dan mulai mengembang semenjak suatu masa tertentu yang kita namakan Dentuman Besar. Dentuman Besar ini diperkirakan terjadi sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu. Dari situlah seluruh materi ruang dan waktu berasal, termasuk manusia.

Bahwa di alam semesta ini terdapat banyak galaksi, hanya saja sepanjang penelitian hanya beberapa galaksi yang bisa teridentifikasi, galaksi mempunyai tiga bentuk, yakni bentuk spiral, elips, dan juga tak beraturan. Bumi yang merupakan planet kita ini termasuk dalam galaksi bima sakti, dan galaksi bima sakti ini merupakan bentuk galaksi spiral. Diperkirakan 30 miliar tahun yang akan datang akan terjadi timbukan antar galaksi, dimana galaksi yang diperkirakan bertumbukan adalah galaksi bima sakti dan Andromeda, galaksi Andromeda merupakan galaksi yang paling dekat dengan galaksi kita. Tumbukan galaksi ini dikarenakan adanya gaya gravitasi yang berada pada daerah galaksi. 



***********************
18.42 | 2 komentar | Read More

Kisah Pencarian Planet Mirip Bumi

Kisah Pencarian Planet Mirip Bumi

Pencarian planet mirip bumi, terus dilakukan oleh para ilmuwan dunia. Sejumlah ilmuwan menyatakan, akhirnya berhasil menemukan planet yang seukuran dengan bumi.

Hal itu terungkap pada konferensi ahli-ahli tata surya dan astronomi dalam European Week of Astronomy and Space Science. Demikian dikutip dari Times of India, Rabu (22/4/2009).


Menurut Xavier Bonfils, seorang peneliti dari observatorium Grenoble, Prancis, planet di luar tata surya itu merupakan satu dari ratusan planet yang ditemukan di luar tata surya. Saat ini, ilmuwan mengatakan ada sekitar 300 planet luar yang terdeteksi.


Namun, penemuan kali ini merupakan penemuan planet yang ukurannya mirip dengan bumi. Planet-planet yang ditemukan sebelumnya rata-rata lebih besar dari bumi.


Peneliti lain, Michel Mayor mengungkapkan planet tersebut belum dapat dihuni oleh manusia. Letaknya yang berdekatan dengan matahari membuat planet itu terlalu panas untuk kehidupan makhluk hidup.


Misi pencarian planet mirip bumi memang terus dilakukan. Maret silam, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sukses meluncurkan misi luar angkasa yang membawa teleskop untuk menjalankan misi pencarian planet mirip bumi. Teleskop bernama Kepler itu diluncurkan pada pukul 10.49, Jumat malam waktu setempat dari Pangkalan Angkatan Udara AS, Cape Canaveral, Florida. (muslimdaily.net/rmd/okz)
Sebenarnya Siapakah Penyumbang Oksigen Terbesar Untuk Bumi?
Sudah baca pertanyaan di atas? nah kalau udah dibaca, silakan dijawab. Siapa sih yang rela-rela memberikan Oksigen bagi manusia..berjasa banget kan?
Kalau anda jawab : Pohon



Jawabannya: sorry..masih salah..pohon adalah salah satu penyumbang oksigen, akan tetapi hanya sebesar 20% untuk bumi. pohon berguna untuk mitigasi (mengurangi) karbondioksida yang ada di bumi. jadi untuk mengurangi dampak pemanasan global, tanamlah pohon agar CO2 nya dapat dimanfaatkan oleh pohon. karena nilai wajar dari CO2 adalah 0,1% di bumi ini, tetapi tahun 2013 ini kadar CO2 di atmosfer bumi sudah mencapai 0,3% bro!!
Jadi Jawaban Yang Benar adalah :



Anda tau siapa itu?
yap jawabannya adalah Plankton. Khususnya adalah Fitoplankton
Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.
Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.
Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu.
Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus.
Plankton adalah organisme yang menyumbang 80% kebutuhan oksigen yang ada di bumi ini. dengan kemampuannya berespisari menghasilkan gelembung-gelembun oksigen yang terdapat di dalam laut, oksigen tersebut terlepas ke udara dan menjadi gas yang bisa kita nikmati sekarang
Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Sehingga plankton bisa membantu memperlambat proses pemanasan bumi.
Dierdre Toole dari Institusi Oceanografi Woods Hole (WHOI) dan David Siegel dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB) adalah dua peneliti itu.
Penelitian yang dibiayai oleh NASA tersebut mengungkapkan ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak saling tercampur.
Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.
Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya.
Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka.
Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara.
Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan.
Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet.
Proses ini sebenarnya telah beberapa tahun dipelajari di laboratorium oleh para ilmuwan, namun proses alamiahnya baru kali ini dapat dipelajari.
Awan yang disebabkan oleh plankton ini, dipercaya dapat memperlambat proses pemanasan bumi, serta memiliki efek besar tehadap iklim bumi. Namun, untuk membuktikan hal tersebut, masih harus dilakukan penelitian lanjutan yang seksama.
Penelitian yang dilakukan di Laut Sargasso, lepas pantai Bermuda ini juga menemukan secara mengejutkan bahwa partikel DMS ini dapat terurai dengan sendirinya di udara setelah tiga sampai lima hari saja. Padahal, karbondioksida di udara, dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun.
Planet Bumi dan Salah Satu Yang Termasuk Bintang Terbesar Di Galaksi Bima Sakti

Bumi adalah tempat yang paling ideal untuk hidup, tapi berapa banyak yang benar-benar tahu tentang lingkungan galaksi kita. Tentu, semua orang tahu beberapa fakta di sana-sini, tapi dapat dijamin bahwa cuma sedikit saja yang diketahui. Galaksi tempat kita hidup di dalamnya adalah misteri besar bagi banyak manusia.

Apa yang bisa dilihat dari Bumi hanya sebagian kecil dari jumlah bintang di galaksi kita. Perkiraan terbaik menurut  ilmu pengetahuan adalah bahwa di Galaksi Bima Sakti saja ada sekitar 200 - 400 miliar bintang-bintang. Matahari adalah salah satu bintang, seperti bola panas gas bercahaya di jantung sistem tata surya kita. Tanpa energi intens matahari dan panasnya, kehidupan di bumi akan sangat sulit. Ada miliaran bintang seperti matahari tersebar di seluruh galaksi Bima Sakti.

Terima kasih kepada Galileo Galilei yang menemukan teleskop pertamanya sehingga bisa melihat Galaksi tempat tinggal kita yang bernama Milky way Galaxy, atau di Indonesia dinamakan Galaksi Bima Sakti.

Galaksi adalah tempat yang luas, memiliki sistem gravitasi terikat yang terdiri dari bintang-bintang, sisa-sisa bintang, dan sistem antar bintang dari gas dan debu, dan dihipotesiskan, komponen penting tapi kurang dipahami disebut materi gelap.

Bagian tengah Galaksi sangat sulit untuk dilihat, meskipun memakai teleskop tercanggih sekalipun, karena awan gas dan debu raksasa menghalangi pandangan. Para ilmuwan berpikir, bahwa Bagian Tengah Galaksi mengandung sebuah lubang hitam supermasif (Supermassive Black Hole) yang menelan segala sesuatu yang melewati terlalu dekat dengannya, bahkan cahaya pun ditelannya.

Di dalam Galaksi terdapat Sistem Tata Surya Antar Bintang, kemudian di dalam Sistem Antar Bintang ini terdapat Solar System, atau dikenal dengan nama Sistem Tata Surya, dan di dalam tata surya terdapat Bumi yang dikenal sebagai rumah manusia, salah satu makhluk paling cerdas di Galaxy :)

Ilustrasi Sistem Tata Surya

Sistem Tata Surya Di Dalam Galaksi Bima Sakti

Perbandingan Planet Merkurius, Mars, Venus, Bumi (Planet Bumi Cukup besar disini - ini termasuk dalam tata surya)

Perbandingan Besar Planet Dalam Galaksi Bima Sakti

Perbandingan Planet Bumi dengan Neptunus, Uranus, Saturnus, Jupiter (Bumi terlihat kecil, Jupiter yang lebih besar - ini pun termasuk dalam tata surya)

Perbandingan Besar Planet

Perbandingan Planet Jupiter dengan Wolf 359, Matahari dan bintang Sirius (Maka Jupiter terlihat kecil, Bintang Sirius lebih besar)

Planet, Matahari dan Bintang Dalam Galaksi Bima Sakti

Perbandingan Sirius dengan Pollux, Arcturus, Aldebaran

Perbandingan Besarnya Bintang Dalam Galaksi Bima Sakti

Perbandingan Aldebaran dengan Rigel, Antares, Betelgeuse

Perbanding Bintang Dalam Galaksi Bima Sakti

Perbandingan Betelgeuse dengan Mu Cephei, VV Cephei A, VY Canis Majoris

Bintang bintang terbesar Dalam Galaksi Bima Sakti


VY Canis Majoris termasuk "Hyper Giant Star"... kelilingnya konon kira-kira hampir 3 Milyar kilometer, Kalo dibandingkan dengan Matahari.. Matahari gak keliatan, biar keliatan harus diperbesar pake "Kaca Pembesar". Jika Pesawat terbang dengan kecepatan 900 km/jam mengelilingi Bintang ini, maka membutuhkan waktu 1100 tahun hanya untuk 1 kali putaran.

Bintang terbesar di Galaksi Bima Sakti


Tapi jika bintang VY Canis Majoris ini dikira besar, itu belum sebanding dengan bintang2 lain di galaxy yg lain. VY Canis Majoris hanya seperti titik di dalam Galaxy Bima Sakti (Milkyway Galaxy), itu pun harus diperbesar pake "Kaca Pembesar".

Tambahan: NML Cygni atau V1489 Cygni adalah "red hypergiant star" salah satu yang termasuk Bintang Terbesar Yang Dikenali, dan mungkin saja masih ada yang lebih besar lagi yang belum ditemukan.
18.39 | 1 komentar | Read More

NAMA-NAMA PLANET DALAM TATA SURYA SECARA BERURUTAN SERTA PENJELASANNYA

nAMA-NAMA PLANET DALAM TATA SURYA SECARA BERURUTAN SERTA PENJELASANNYA



Pengertian tata surya adalah suatu sistem dengan pusat matahari dikelilingi sembilan planet, ratusan ribu asteroid, puluhan ribu komet, meteroid dan debu antar planet. Tata surya diduga terbentuk 4,6 milyar tahun yang lalu. Sampai sekarang pendapat yang dianut yaitu semua obyek tata surya, materi pembentuk planet berkondensasi dan temperaturnya menurun. Diperlukan beberapa juta tahun  hingga tercapai keadaan seperti yang teramati sekarang.
Nama-nama planet dalam tata surya itu sendiri ada sembilan planet yang perlu diketahui terutama oleh anak-anak sekolah di Indonesia ini. Planet ada yang memiliki satelit-satelit bahkan puluhan satelit. Sedangkan satelit bumi hanya ada satu buah saja yaitu bulan. Planet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan tertentu dan garis tengah lebih besar dari 4,000 km. Dalam tata surya terdapat sembilan buah planet yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Yang biasa di singkat MeVeBuMaYuSaUrNepPlu oleh anak-anak sekolah untuk lebih gampang menghafal nama-nama planet tersebut.

Berikut penjelasan sembilan planet dalam tata surya.

Planet Merkurius

Planet Merkurius ialah planet yang paling kecil dan paling dekat dengan matahari, planet ini juga termasuk planet yang paling terang setelah matahari. Tak mudah melihat Merkurius dengan mata telanjang, harus menggunakan teropong bintang. Pada siang hari suhu planet Merkurius dapat mencapai 500-600 derajat kelvin. Merkurius sering juga disebut dengan: bintang senja dan bintang pagi.
Jika Bumi membutuhkan waktu satu tahun untuk sekali mengelilingi matahari, maka planet Merkurius memerlukan waktu 88 hari saja. Karena letaknya yang terlalu dekat dengan matahari, maka waktu paling baik untuk melihat planet ini yaitu pada saat elongasi paling besar, yaitu pada langit fajar atau sore sesaat sebelum matahari terbit atau tenggelam.
Planet Merkurius tidak beratmosfer, permukaannya yang berkawah dan berlobang dapat dilihat oleh wahana antariksa. Jarak antara matahari dengan merkurius itu seniri adalah 58 juta km. Kala rotasi Merkurius 59 hari dan kala revolusinya 88 hari. Planet ini tidak memiliki satelit satu pun.

Planet Venus

Planet Venus merupakan planet putih yang bercahaya terang serta planet paling terang ketiga di langit setelah matahari dan bulan. Nama lain dari Venus adalah: bintang fajar, bintang timur, dan bintang kejora.
Menurut ukuran fisik, Planet Venus dapat dikatakan saudara kembar planet Bumi. Planet Venus dikatakan sebagai saudara kembar planet Bumi dikarenakan memiliki garis tengah yang hampir sama, planet Venus 12.100 Km sedangkan planet Bumi 12.756 Km. Massa planet Venus 81,4 % dari massa planet Bumi, yang berarti kerapatannya lebih rendah.
Perputaran planet Venus pada porosnya terbalik dibanding dengan arah edarnya dalam orbit mengelilingi matahari. Perputaran mundur planet Venus ini sangat lambat, bahkan yang paling lambat dibanding kecepatan rotasi delapan planet yang lain. Planet venus mempunyai atmosfer yang tebal, sehingga permukaannya tidak terlihat. Jarak Venus dan matahari adalah 108,2 juta km. Kala rotasi Venus adalah 243 hari dan kala revolusinya 224,7 hari. Planet ini tidak memiliki satelit juga.

Planet Bumi

Planet Bumi adalah planet tempat manusia hidup dan merupakan satu-satunya planet dalam tata surya yang mempunyai penghuni. Setelah wahana antariksa yang membawa kamera berhasil diluncurkan cukup jauh dari planet Bumi, dapat diketahui bahwa planet Bumi terlihat kebiru-biruan, tidak seterang planet venus karena daya pantulnya lebih rendah dan jaraknya dari matahari lebih jauh. Bentuk-bentuk di permukaan planet Bumi tidak sejelas yang terlihat di planet Mars, hal ini akibat lebih tebalnya atmosfer dan adanya awan putih yang cemerlang.
Planet Bumi mempunyai sebuah satelit alam yang mengelilinginya, yaitu: bulan. Bumi adalah planet satu-satunya yang memiliki kehidupan karena Bumi memiliki susunan gas yang terdiri dari nitrogen 78 persen, oksigen 21 persen dan sisanya dari gas-gas lain. Kala revolusi bumi adalah 365,25 hari dan kala rotasinya 24 jam.

Planet Mars

Planet Mars merupakan planet yang diberi nama sesuai dengan nama dewa perang Yunani, hal ini disebabkan karena planet Mars memiliki warna merah yang mengingatkan pada warna merah darah. Warna merah pada planet Mars diakibatkan oleh oksidasi besi di daerah dekat permukaannya.
Planet Mars mempunyai atmosfer yang tipis. Warna permukaan planet Mars berubah menurut perubahan musim. Adanya perubahan warna-warni yang bersesuaian dengan musim menimbulkan dugaan adanya kehidupan tingkat rendah, seperti halnya tetumbuhan sederhana. Planet Mars memiliki dua satelit, Phobos dan Deimos yang bentuknya tidak beraturan dan tidak bulat seperti bulan.
Mars disebut juga dengan planet merah karena jika dilihat dengan mata atau teropong berwarna merah. Pada permukaan Mars terdapat kawah-kawah dengan diameter yang mencapai 200 km. Temperatur permukaan Mars mencapai 50-60 derajat celcius. Pada malam hari suhunya bisa mencapai 100 di bawah nol. Kala rotasi mars adalah 24,6 jam dan kala revolusinya 687 hari. Jarak mars dengan matahari adalah 247,1 juta km. 

Planet Yupiter

Planet Yupiter ialah planet terbesar di dalam tata surya. Planet Yupiter mimiliki 16 satelit, empat yang terbesar yaitu Lo, Europa, Ganymeda, dan Callisto. Keempat satelit planet Yupiter diberi nama bulan Galilean dikarenakan pada saat itu ditemukan oleh Galileo Galilei, seorang astronom dari negara Italia.
Bagian terbesar materi planet Yupiter berupa gas, bukan padat seperti planet bumi. Planet Yupiter hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 jam untuk berotasi. Noda merah besar planet Yupiter merupakan corak paling mencolok pada planet ini. Diduga di bawah lapisan angkasa planet Yupiter yang tebal terdapat gunung api yang menimbulkan noda merah tersebut.
Menurut orang Romawi kuno, Yupiter adalah raja langit. Nama tersebut cocok karena Yupiter adalah planet yang terbesar. Diameter planet ini adalah 142.984 km. Jarak Yupiter ke matahari adalah 778 juta km. Kala revolusi planet ini adalah 11,9 tahun dan kala rotasinya 9 jam 55 menit. Atmosfer Yupiter terdiri dari hidrogen dan helium. Atmosfer planet ini memiliki ketebalan seribu km dan tidak ada batas yang jelas antara atmosfer dan permukaan planetnya. Yupiter memiliki berjuta satelit kecil yang membentuk cincin yang sangat tipis dan kelihatan transparan.

Planet Saturnus

Planet Saturnus adalah planet yang paling indah. Planet Saturnus memiliki cincin yang simetris, yang memperlihatkan keanggunan tak tertandingi. Ada 3 lapis cincin pada planet Saturnus yang dipisahkan oleh garis batas Cassini. Cincin pada planet Saturnus terbentuk dari jutaan partikel lembut yang saling terpisah. Cincin cemerlang ini diduga berasal dari satelit yang tidak pernah terbentuk, oleh karena letaknya yang terlalu dekat dengan planet Saturnus. Gaya ganggu planet Saturnus membuat calon satelit itu tidak stabil.
Dalam banyak hal planet Saturnus mirip dengan planet Yupiter. Angkasa planet Saturnus terdiri dari gas metan. Karena jaraknya yang jauh, planet Saturnus sangatlah dingin, hanya bisa mencapai 100 derajat kelvin. Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter. Planet ini termasuk planet yang indah untuk dipandang. Keindahannya dikarenakan adanya cincin yang melingkarinya terdiri dari bongkahan es dan kerikil yang dilapisi es. Diameter planet ini 120.536 dan jarak ke matahari 1.426 juta km, Kala revolusi 29,5 tahun dan kala rotasi 10,7 jam. Saturnus memiliki 18 satelit dan yang terbesar bernama Titan.

Planet Uranus

Planet Uranus merupakan nama yang diambil dari nama dewa Yunani. Planet Uranus memiliki cincin, bahkan sampai 5 lapis, tetapi cincin itu tipis sekali dan sulit diamati. Planet Uranus terdiri dari gas metan. Waktu rotasi yang diperlukan planet Uranus, yaitu hampir 11 jam saja. Suhu angkasanya sangat rendah, yaitu berkisar 90 derajat kelvin.
Planet ini ditemukan oleh Wilhelm Herschell pada tahun 1781 di Inggris. Kala revolusi 84 tahun dan kala rotasi 17 jam. Planet ini berwarna hijau kebiru-biruan. Uranus memiliki 15 satelit dan ada 5 yang paling besar yaitu: Miranda, Ariel, Umbiel, Titania, dan Oberon.

Planet Neptunus

Planet Neptunus ialah planet penggangu orbit planet Uranus. Hal ini diketahui selelah melakukan beberapa penelitian tentang menyimpangnya rotasi planet Uranus dari yang seharusnya. Para ahli menduga simpangan itu akibat ganguan planet lain diluar Uranus. Melalui perhitungan matematik akhirnya berhasil diketahui letak benda penggangu planet Uranus tersebut. Lintasan benda penggangu memperlihatkan bahwa ia adalah sebuah panet, yang kemudian dinamakan planet Neptunus. Planet Neptunus membutuhkan waktu 165 tahun untuk mengitari matahari.
Planet ini lebih besar dari bumi. Neptunus sering disebut dengan nama kembaran Uranus dan sering disebut pula dengan nama Pembuat Ulah karena sering beredar dengan meninggalkan garis edarnya. Keberadaan planet ini diramalkan oleh John Loweh Adan dari Inggris yang bekerjasama dengan Jean Joseph Le Verrier dari Prancis pada tahun1846. Planet tersebut diamati oleh Johan Lalle di Berlin. Jarak ke matahari 2.869 km. Kala rotasi 16 jam dan kala revolusi 165 tahun. Neptunus memiliki 8 satelit dan ada 3 yang terbesar yaitu: Triton, Nereid, dan Proteus.

Planet Pluto

Planet Pluto adalah planet terakhir yang ditemui dalam tata surya, mempunyai sejarah yang lebih rumit daripada penemuan planet Neptunus. Orbit planet Uranus masih saja menyimpang dari seharusnya, meskipun pengaruh planet Neptunus telah diperhitungkan. Karena itu terus dilakukan perhitungan, sampai disimpulkan bahwa orbit planet Uranus ini tergangu oleh planet diluar lintasan planet Neptunus. Ternyata pengganggu itu merupakan planet kecil yang diberi nama Pluto. Diameter planet Pluto hanya setengah diameter planet Bumi. Planet Pluto berada sangat jauh dari matahari dan membutuhkan waktu 248 tahun untuk sekali mengitari matahari.
Pluto merupakan planet terkecil dalam tata surya. Planet ini ditemukan oleh Clyde W. Yombough, seorang astronom Amerika Serikat pada tahun 1930. Jarak ke matahari 5.943 juta km. Kala rotasi 6,4 hari dan kala revolusi 248,4 km. Akan tetapi planet ini sekarang sudah hilang atau menghilang dari tata surya kita.

Sehingga sekarang hanya ada 8 planet dalam tata surya semenjak hilangnya planet Pluto.


Itulah  nama-nama planet dalam tata surya secara berurutan serta penjelasannya yang patut kita kenal.
18.36 | 5 komentar | Read More

Cari Blog Ini

Translate